A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: Required parameter $perpage follows optional parameter $where

Filename: models/Artikel_Model.php

Line Number: 57

Backtrace:

File: /var/www/vhosts/alharamtravel.co.id/httpdocs/app/application/controllers/Artikel.php
Line: 10
Function: model

File: /var/www/vhosts/alharamtravel.co.id/httpdocs/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: Required parameter $offset follows optional parameter $where

Filename: models/Artikel_Model.php

Line Number: 0

Backtrace:

File: /var/www/vhosts/alharamtravel.co.id/httpdocs/app/application/controllers/Artikel.php
Line: 10
Function: model

File: /var/www/vhosts/alharamtravel.co.id/httpdocs/index.php
Line: 315
Function: require_once

Maqom Ibrahim - Artikel - AL-Haram - Tours and Travel

Artikel & Berita

Maqom Ibrahim

Maqom Ibrahim

Ketika umroh, sesudah melaksanakan thawaf tujuh putaran dan berdoa sejenak di Multazam, kemudian disunahkan sholat di belakang Maqam Ibrahim. Maqam Ibrahim sendiri lokasinya masih di dekat Ka'bah, tidak jauh dari Multazam.

Dalam kitab Qadhaya al Mar’ah fil Hajj wa al Umroh, Dr. ‘Ablah Muhammad al Kahlawi menuliskan bahwa:  “di antara keutamaan Maqam Ibrahim ialah dikabulkannya setiap doa yang dipanjatkan disana”.

Secara harafiah maqam berarti tempat berdiri yang bermakna kedudukan, (Bukan maqam yang berarti “kuburan” atau maqam-kuburan Nabi Ibrahim, seperti istilah maqam yang di kenal di indonesia). Tempat ini bukanlah tempat yang menjadi kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana dugaan atau pendapat kebanyakan orang. Maqam Ibrahim adalag simbol penghormatan kaum muslimin terhadap pembangunan Baitullah atau Kabah. Maqom Ibrahim terletak di dekat Kabah. Anda yang berumrah dianjurkan untuk melakukan salat sunah menghadap ke Maqom tersebut.Riwayat-riwayat lain menyatakan, bahwa Maqam Ibrahim awalnya adalah batu yang digunakan oleh Nabi Ibrahim AS untuk berdiri ketika kembali membangun Ka'bah. Di batu itu tampak jelas bekas pijakan kaki Nabi Ibrahim AS.

Maqam Ibrahim merupakan bangunan (struktur) yang mencakup batu lebar kecil yang terletak kurang lebuh 20 hasta di sebelah timur Ka'bah. Di dalam bangunan kecil ini terdapat sebuah batu yang diturunkan oleh Allah dari Surga bersamaan dengan dengan batu-batu kecil lainnya yang terdapat di Hajar Aswad. Di atas batu Maqam Ibrahim ini, Nabi Ibrahim pernah berdiri di waktu ia membangun Ka'bah disamping putranya Nabi Isma'il memberikan bongkah-bongkah batu kepadanya

Kedalaman jejak kaki sekitar 10 cm, panjang sekitar 27 cm, dan lebar 14 cm. Batu itu digunakan Nabi Ibrahim AS untuk berpijak dan memanjat agar bangunan Ka'bah dapat lebih tinggi lagi, walaupun sebenarnya Nabi Ibrahim AS dinilai telah menunaikan tugas jika Ka'bah ketika itu hanya setinggi jangkauan tangannya.

Allah SWT menghargai upaya Nabi Ibrahim AS yang telah melaksanakan perintah melebihi kewajiban yang dibebankan kepadanya dengan mengabadikan jejaknya untuk menjadi pelajaran bagi setiap orang, bahwa melakukan sesuatu yang lebih dari apa yang dilakukan merupakan hal terpuji.

Pada masa jahiliyyah dan zaman pra Islam, batu itu diletakkan bersisian dengan Ka'bah. Namun para sahabat nabi enggan sholat di belakang maqam itu karena mereka tidak ingin ada sesuatu yang menghalangi atau membatasinya dengan Ka'bah.

Umar bin Khatab kemudian mengusulkan kepada Nabi Muhammad SAW supaya arah di mana maqam itu berada dibenarkan pula untuk mejadi tempat sholat. Usul itu diperkenankan Allah SWT, maka turunlan perintah Allah dalam Al-Quran: “Jadikanlah maqam Ibrahim sebagai tempat shalat” (Al Baqarah 2:215). Ayat ini hanya memerintahkan sholat di sana, bukan mengkultuskan atau mensucikannya.

Kemudian, dijelaskan juga, batu yang menjadi pijakan Nabi Ibrahim itu berasal dari Surga. Nabi Muhammad S.A.W bersabda bahwa Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim adalah dua batu yang datangnya dari surga, seandainya Allah tidak menghilangkan cahaya (dari) kedunya, niscaya ia akan menerangi Timur dan Barat secara keseluruhan. Sementara dalam riwayat dari Imam al-Baihaqi, disebutkan seandainya bukan karena dosa dan kesalahan manusia, maka kedua batu itu mampu menerangi timur dan barat. Menurut Imam Hasan al-Basri dan ulama-ulama terkenal lainnga, berdoa didepan Maqam Ibrahim akan dikabulkan oleh Allah.

Kini maqam yang menampakkan sepasang telapak kaki Nabi Ibrahim AS di letkkan dalam kerangka tembaga dan bagian dalamnya dilapisi emas, sedangkan luarnya dilapisi kaca bening setebal 10 mm yang tahan panas dan tidak mudah pecah. Tempat-wadah Maqam Ibrahim ini dari jauh, dari jarak pandang arah pintu Ka’bah ini tampak seperti sangkar berukuran besar dan berwarna tembaga ke-emasan.